
YPPNL – Mahasiswa AMIKOM Surakarta melakukan kuliah kerja nyata (KKN) di Desa Tawangsari, Kecamatan Teras, Kabupaten Boyolali selama satu bulan, sejak 23 Februari 2026 sampai dengan 31 Maret 2026.
KKN kali ini diharapkan berdampak positif masyarakat dengan penerapan keterampilan mahasiswa Jurusan Informatika dalam mengimplementasikan konsep dan teori yang diperoleh di kampus. Khusus di Desa Tawangsari terdapat kelompok yang membantu pengelolaan administrasi surat-menyurat secara digital. Sementara kelompok lain membantu aplikasi badan usaha milik desa (BUMDES), utamanya untuk memudahkan pencatatan dan monitor volume penggunaan air, pencatatan bank sampah, dan pemasaran produk UMKM.
Mahasiswa masuk desa melalui Program KKN memiliki makna penting dalam memitigasi jarak antara kota dan desa, konsumen dan produsen rumahan, industri dan pertanian. Mahasiswa KKN AMIKOM Surakarta dapat dipahami sebagai upaya peningkatan kualitas masyarakat khususnya, pemerintah desa dari sistem konvensional/manual ke sistem yang berbasis teknologi digital.
KKN AMIKOM Surakarta akan lebih berdampak secara progresif jika ada kontinuitas, keberlanjutan yang befokus pada dua hal yaitu proses administrasi pemerintah desa dan BUMDES berbasis digital. Jika dua hal tersebut dapat dilaksanakan secara konsisten, maka akan terjadi lompatan pelayanan kehidupan masyarakat berbasis teknologi.
Selain fokus dan berkelanjutan, ada sisi lain yang dapat ditindaklanjuti oleh perguruan tinggi serta lembaga lain dalam bentuk riset dan pengabdian kepada masyarakat sehingga berdampak nyata adanya perubahan masyarakat di desa. Laporan mahasiswa KKN ini dapat dijadikan data awal yang dapat dikembangkan menjadi paper yang lebih berkualitas secara akademik.
Selama ini kita kenal “smart city” berbagai kota di Indonesia. Dengan adanya mahasiswa masuk desa baik program KKN, magang mahasiswa, program kuliah lapangan (PKL), dan lain-lain. Dengan demikian, tidak terlalu lama akan dikenal “smart vilage”, desa cerdas. (Tubiyono, 28/3/2026)