YPPNL — Tugas Nabi Muhammad SAW ada lima hal yaitu (1) syahidan, (2) mubasiron, (3) nadziron, (4) da’iyan, dan (5) sirojan muniron (QS, 33:45-46). Pada kesempatan ini akan dibicarakan, khususnya tugas kedua dan ketiga sebagai “mubasiron wa nadziron” berita kegembiraan dan peringatan merupakan lanjutan tugas sebagai syahidan (YPPNL, Tubiyono, 2/3/25).
Robiul Awal sebagai bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW para pengikut mengekspresikan kegembiraannya dengan berbagai cara. Kelahiran Nabi Muhammad SAW tidak hanya disambut gembira oleh keluarga dan sahabat pada zamannya, tetapi juga disambut gembira para pendahulu dan para pengikut sesudahnya. Orang-orang beriman mendoakan dengan memperbanyak sholawat kepada Nabi Muhammad SAW sesuai dengan perintah Alloh SWT dalam surat Al Ahdzab (33:56).
Pada diri Nabi Muhammad SAW adalah sosok pewarta kebahagiaan dan peringatan secara global untuk manusia tanpa ada sekat ruang dan waktu. Kabar gembira dan peringatan ini tersebar dalam Al Quran baik secara lugas maupun secara majas.
Warta gembira disampaikan Nabi Muhammad SAW kepada umat manusia untuk kehidupan saat ini (dunia) dan kehidupan masa depan (akhirat). Salah satu contoh kabar gembira ketika orang beriman bertobat dengan sungguh-sungguh, maka kesalahan akan dihapus, dimasukkan surga serta tidak akan dikecewakan kepada Nabi Muhammad SAW beserta para pengikutnya yang beriman dengan penanda cahaya di depan dan sisi kanannya seraya berharap penyempurnaan cahaya dan ampunan-Nya (QS, 66: 8).
Selain kabar gembira, Nabi Muhammad SAW juga menyampaikan peringatan kepada manusia agar tidak ingkar kepada Tuhan, rasul, dan kitab yang duturunkan. Jika peringatan itu tidak dindahkan, maka akan tersesat kehidupannya. Karena tidak mau mendengarkan dan memikirkan apa saja yang diturunkan oleh Tuhan, maka akan dimasukkan neraka yang menyala-nyala (QS, 67: 6-9).
Berdasarkan narasi pendek tersebut, alangkah baiknya kalau kita mengaku sebagai pengikut Nabi Muhammad SAW secara berkelanjutan, maka kita perlu mewarisi karakter pembawa berita gembira. Selain pewarta gembira, juga pemberi peringatan akan adanya hambatan, gangguan, dan salah jalan (sesat). Karena salah jalan, di hadapan dan di kanannya tidak ada cahaya, hanya ada kegepan. Semoga kita termasuk orang yang beruntung memiliki karakter nubuah seperti pada awal tulisan ini. (Tubiyono, 15/9/2025)