YPPNL — Dua musim panen padi terakhir, Januari sampai dengan Agustus 2025, di Desa Tawangsari, Kecamatan Teras, Kabupaten Boyolali, banyak petani gagal panen.
Gagal panen disebakan adanya hama padi yang tidak dapat dikontrol oleh petani. Ketika tanam padi berumur dua atau dua setengah bulan sampai tanaman padi akan “mrekatak” hama menyerang. Serangan hama ini dapat diamati adanya perubahan warna daun hijau (ijo royo-royo) menjadi kuning secara merata. Jika diperhatikan perubahan warna daun ini karena kerusakan akar dan batang padi sehingga petani gagal panen.
Berbagai upaya petani untuk mengendalikan hama ini tidak dapat berhasil. Akibat buruk pun muncul petani menanggung kerugian. Kerugian berupa gagal panen ini secara progresif berdampak pada kesejahteraan keluarga. Karena petani menanggung biaya produksi antara lain pengolahan lahan, pembibitan, pemupukan, pengobatan, dan sebagainya. Belum lagi dibebani kenaikan pajak tinggi.
Salah satu sebab petani gagal panen adalah hama yang tidak dapat dikontrol. Hama yang tidak tampak di permukaan dapat diprediksi bahwa serangan itu melalui akar serabut dalam tanah akibat penggunaan zat kimia berlebihan.
Padahal tanah adalah media terbaik untuk menyerap berbagai unsur makro dan mikro yang terdapat pada area sekitarnya. Sebagai media tanam, tanah harus dijaga keseimbangannya “land balance” agar tidak rusak akibat penggunaan zat kimia berlebihan. Penggunaan zat kimia berlebihan menyebabkan tanah tidak subur, tidak seimbang antara mikroorganik bermanfaat/positif dan mikroorganik jahat (hama).
Masalahnya bagaimana menumbuhkan mikroorganik yang bermanfaat untuk pemangsa mikroorganik jahat (hama). Secara sederhana, petani dapat melakukan dua cara yaitu (1) meminimalisir penggunaan pupuk kimia dan (2) memaksimalkan penggunaan pupuk organik.
Salah satu wujud pupuk organik adalah vermicompost yang telah dikembangkan oleh Koperasi Syariah Sabilus Salam Sejahtera Surabaya. Tempat produksi pupuk organik vermicompost tersebut di Kecamatan Ngimbang, Lamongan, Jawa Timur.
Manfaat pupuk organik vermicompost tidak hanya untuk tanaman padi, melainkan untuk berbagai jenis tanaman lain seperti sayuran, tanaman obat, tanaman keras dan sebagainya. Manfaat lain, pupuk organik vermicompost, dapat menggemburkan tanah, tanaman tahan serangan hama, dan harganya ekonomis.
Bukankah Alloh SWT telah menciptakan keseimbangan, kita sebagai manusia tidak boleh merusaknya, dan manusia memiliki tanggung jawab moral untuk menegakkan keseimbangan, dan tidak boleh menguranginya (QS, 55: 7-9). Akan tetapi fakta yang kita amati dalam kehidupan sehari-hari adalah kecenderungan mengeksploitasi dari berbagai sumber energi kehidupan. Mari kita kembali ke alam, “let’s go back to nature” (Tubiyono, 27/8/2025)